Home arrow Metro Padang arrow Ribuan Pelanggan PDAM di Nanggalo Tapakiak, Air Mati Mandi Mengungsi

Ribuan Pelanggan PDAM di Nanggalo Tapakiak, Air Mati Mandi Mengungsi E-mail
Ditulis Oleh Redaksi   
Tuesday, 20 November 2012

SITEBA, METRO-Meski PDAM ngaku air produksinya keruh dan pintu air tertimbun lumpur, tapi warga di Siteba Nanggalo malah tak mendapatkan air, sejak Kamis (16/11). Mereka terpaksa bapandai-pandai agar masih dapat menikmati air bersih untuk keperluan mandi, cuci dan kakus (MCK) serta kebutuhan lainnya.

Oktaviani (36) contohnya. Ibu rumah tangga ini terpaksa mengungsi ke Kuranji, untuk pemenuhan kebutuhan air. Menurutnya, air benar-benar tidak menitik, di sekitar Jalan Teknologi, Siteba.

Warga, terangnya, sempat berbaik sangka, mungkin karyawan PDAM sedang menikmati long week end sampai Minggu (18/11).

“Saat saya pulang Senin, air masih tetap tidak ada. Beberapa tetangga, ada yang malah numpang mandi ke sejumlah masjid sampai ke SPBU di Bypass. Kalau seperti ini terus, kami akan kesulitan untuk MCK. Kalau air minum, bisa lah beli air galon,” katanya.

Pasokan air untuk daerah Nanggalo, berasal dari intake Latuang, Lubuk Minturun. Pada Sabtu lalu, akibat kekeruhan di hulu Sungai Latung dan Gariang di aliran Batang Lubuk Minturun tinggi, menyebabkan intake PDAM di Sungai Latung tertimbun material lumpur dan bebatuan. Akibatnya aktivitas produksi air terganggu. Implikasinya, pelanggan PDAM yang berada di Kototangah, sebagian Kuranji dan Nanggalo sekitarnya, ikut terganggu.

Oktaviani berharap, PDAM segera menepati janji, untuk segera mendistribusikan air. Karena, kata IRT tiga anak ini, kebutuhan air sangat penting. Apalagi, bagi keluarga yang memiliki anak-anak yang masih sekolah. “Pusing kalau air tak ada, apalagi saat anak mau sekolah,” tegas Oktaviani.

Tak jauh beda, Darmis (50), warga Alai, Padang Utara, juga mengeluhkan hal sama. Menurutnya, sampai Senin ini, air belum mengalir sama sekali. Warga, bahkan sudah mulai menampung air hujan, untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Air PDAM sangat kami butuhkan, karena air sumur tak ada di sini. Kalau harus ke Banda Bakali, tentu sangat menyulitkan dan berbahaya. Karena, hujan deras dan air besar. Kami berharap, PDAM segera bertindak,” kata Darmis yang tak menampik, sejumlah tetangganya mulai mengandalkan air Banjir Kanal itu untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Sedikit berbeda, Hendra (29), warga Taman Firdaus, Siteba mengaku, air PDAM ke rumahnya tetap mengalir. Namun, sedikit keruh dengan debit kecil. Dia dan keluarga, mengantisipasinya dengan menyiapkan tempat penampung air besar, untuk persediaan.

“Takutnya, tiba-tiba airnya mati total. Jadi, kami tetap hidupkan kran air meski kecil saja yang keluar. Semoga hal ini cepat diselesaikan pemerintah,” terang Hendra.

Tanggulangi Segera

Anggota Komisi II DPRD Padang, Maidestal hari Mahesa menyesalkan lambannya penanganan keluhan pelanggan oleh PDAM. Apalagi, sudah ada warga yang mengaku airnya mati sejak beberapa hari lalu. PDAM diminta Maidestal, untuk bisa meningkatkan kualitas pelayanan.

“Kuncinya adalah PDAM jangan hanya menuntut tagihan saja. Pelayanan prima harus juga harus jadi prioritas. Jangan hanya kantornya saja yang diperhatikan. Dengan adanya kantor baru, tentunya masyarakat menilai, PDAM telah mampu menyelesaikan persoalan keuangan dan tidak sulit menyelesaikan masalah pelanggan,” tegas politisi PPP ini.

Maidestal meminta, PDAM  kembali ke tugas pokok mereka yaitu melayani pelanggan. “Jangan sampai diabaikan mereka yang menjadi tanggungjawab utama itu,” tegasnya. (rvi)

 

Add comment

Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh posmetropadang.com


Pasal Sanggahan (Disclaimer):
posmetropadang.com tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya posmetropadang.com berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca. Data dan/atau informasi yang tersedia di posmetropadang.com hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, posmetropadang.com dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan posmetropadang.com


Security code
Refresh

< Sebelumnya   Berikutnya >