Home arrow Metro Padang arrow Guru Harus Berubah

Guru Harus Berubah E-mail
Ditulis Oleh Redaksi   
Tuesday, 16 July 2013

SUDIRMAN, METRO-Agar siap menyambut persaingan di abad ke-21, kurikulum 2013 di-launching pada tahun ajaran baru 2013-2014, Senin (15/7) di SMP 1. Kota Padang juga menyatakan kesiapan untuk menerapkan kurikulum 2013 ini. Sebanyak 40 sekolah yang akan mulai menerapkan pascalebaran mendatang, yang terdiri dari 23 SD, 6 SMP, 8 SMA dan 3 SMK. Memang, Padang mengalami keterlambatan karena siswa-siswi harus mengikuti kegiatan Pesantren Ramadhan.

Acara launching itu dihadiri langsung Direktur Pembina Pendidikan Tenaga Kependidikan (P2TK) Suryadarma, Kadisidik Sumbar Symasulrizal, Kadisdik Padang Indang Dewata, Kepala LPMP Sumbar, Jamaris Jamma serta perwakilan sekolah yakni SDN 03 Alai, SMAN 2 Padang, SMKN 2 Padang dan SMPN 1 Padang.

Indang Dewata mengatakan, kurikulum 2013 jika dibaratkan dengan mobil sama halnya dengan stir dan mesin. Untuk mengarahkan dan  memacu mobil tersebut, dibutuhkan mesin yang kuat. Setidaknya ada segitiga triangle yang harus kuat dan bersinergi untuk menyukseskan kurikulum 2013 yakni kepala sekolah, pengawas, dan guru. ”Jika ketiganya tidak bisa mengimplementasikan poin-poin tersebut maka penerapan juga akan diragukan,” ungkapnya.

Ia menyebut, kurikulum 2013 memakai pendekatan kognitif, psikomotorik, dan afektif. Jika tiga hal itu sepakat untuk dilakukan, diharapkan Padang bisa menjadi yang terbaik untuk persiapan masuk perguruan tinggi dan sekolah terbaik di Sumbar.

Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Symsulrizal mengatakan, kurikulum 2013 merupakan tuntutan globalisasi, pertumbuhan ekonomi bangsa, perkembangan teknologi yang harus di-handle oleh kurikulum. Puncak inti dari kurikulum 2013 bagaimana melayani anak didik agar siap bersaing. Materi inti konsepnya tidak berubah akan tetapi yang berubah adalah caranya.

”Dulu penekanan konsep bukan implementatif, untuk ciri khas kurikulum 2013 bagaimana ilmu yang didapat adalah ilmu yang real yang mengkombinasikan teori dan praktik di labor. Misalnya ilmu ekonomi, bisa saja siswa diajak langsung ke pasar melihat harga yang tinggi akibat permainan spekulan, akan tetapi petani tetap miskin. Ada pelajaran realistis dengan labor alam takambang jadi guru,” ujarnya.

Menurutnya, guru harus berubah, bagaimana mengawinkan materi dan praktik. Jika mengkehendaki konsekuensi luar biasa, labor, pustaka harus diaktifkan. Guru harus rajin membawa anak keluar misalnya pasar, Lapas. Mengimplementasikannya bukanlah pekerjaan gampang, butuh tekad dan niat yang baik.

Ia menyebutkan, Padang merupakan pilot project (percontohan) dari kurikulum 2013. Di Sumbar hanya 15 kabupaten/kota yang menerapkannya. Empat daerah yang tidak merupakan daerah yang jangkauannya lebih dai dua jam yakni Solok Selatan, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat dan Dharmasraya. Untuk menerapkannya harus diperkuat oleh sistem yang kuat.

”Yang pertama adalah kepala sekolah yang harus menjamin guru bisa secara tepat dan akurat dalam menerapkan kurikulum serta memberikan penilaian. Selanjutnya adalah pengawas yang menjamin mutu di mana guru harus menguasai materi,” ungkapnya.

Intinya, katanya, mari berpacu, siapkan generasi muda yang berakhlak baik dengan ilmu yang menyatu dengan keterampilan. Fokusnya, keseimbangan yang menyatu dari ketiga ranah yakni kognitif. psikomotorik, dan afektif. Kurikulum 2013 akan sukses kalau semua mau berubah dan ada idtikad baik.

Direktur Umum P2TK Suryadarma mengatakan, untuk menerapkan kurikulum 2013, memang butuh penyesuaian. Dia mengaku ragu, Padang sudah profesional hanya tinggal pendekatan. Mutu pendidikan tergantung triangle (kepsek, pengawas, dan guru). ”Kalau gedung tidak baik tidak masalah jika tiga orang ini mampu meningkatkan mutu pendidikan," katanya.

Guru yang telah diberi pelatihan sebanyak 61.074 guru yang terdiri atas 572 instruktur nasional 4.740 guru inti, 55.762 guru sasaran. Diakuinya tidak semua guru mendapat pelatihan kepsek dan guru.  Sebenarnya situasi ini tidak boleh terjadi akan tetapi bisa dibimbing oleh leadership kepsek, sehingga bisa diadopsi oleh seluruh guru.

Untuk SD penerapannya untuk tematik di tingkat guru. Dalam pembelajaran tergantung tema, bagaimana dengan tema, guru lebih mudah mengkomunikasikan pelajaran. Untuk SMP tetap pada bidang studi.  Sedangkan SMA  yang cukup krusial, permasalahannya ada pada pemilihan minat baik untuk IPA atau IPS. ”Kepsek harus proaktif mulai dari perekrutan siswa yang harus maksimalkan guru BK untuk mencoba mengantar minat. Oleh karena itu kepsek dan guru mengembangkannya,” jelasnya.

Selain triangle, adalah mainset, dalam kurikulum esensinya adalah prinsip. “Melihat pendidikan abad 21”, yakni menjadikan siswa yang punya kemampuan berpikir kritis, punya kemampuan problem solving, menjadikan siswa kreatif dan inovatif, siswa punya komunikatif dan belajar elaboratif. “ Ini tutntutannya dengan roh pendekatan scientific,” katanya.

Ia menyebut, siswa harus bisa berexplorasi.  Misalnya dahulu materi fisika hanya rumus dan hafalan. Sekarang siswa harus kritis dengan mengaitkan teori dan realitas. Ini tergantung pada guru. Secantik apapun buku, sehebat apapun buku itu hanya content. ”Intinya how you teach (bagaimana kamu mengajar) itu yang sangat penting. Ciri dari kurikulum 2013 adalah colaborative learning. Banyak siswa saat ini mengetahui teori akan tetapi tidak bisa ngomong dan menjelaskan secara sistematis. Mereka yang seperti itu tidak dibutuhkan pada abad 21,” katanya.

Ia juga berpesan kepada kepsek agar mengubah paradigman. Dahulu paradigma kepsek hanya untuk persoalan administratif. Sekarang adalah intructional leadership, yang berorientasi pada pembelajaran. ”Paradigma itu harus bergeser pada pembelajaran. Bersama guru, kepsek harus memikirkan agar implementasi kurikulum 2013 efektif,” tutupya. (cr21)

 

Add comment

Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh posmetropadang.com


Pasal Sanggahan (Disclaimer):
posmetropadang.com tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya posmetropadang.com berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca. Data dan/atau informasi yang tersedia di posmetropadang.com hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, posmetropadang.com dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan posmetropadang.com


Security code
Refresh

< Sebelumnya   Berikutnya >