Home arrow Metro Justicia arrow Nama Kapolres Pessel Dicatut, Pengusaha Sawit Tertipu

Nama Kapolres Pessel Dicatut, Pengusaha Sawit Tertipu E-mail
Ditulis Oleh Redaksi   
Friday, 28 June 2013

PADANG, METRO-Barangkali kejadian penipuan yang melibatkan orang nomor satu di jajaran Polres Pessel ini, pelajaran berharga bagi pengusaha, swasta atau masyarakat lain di Sumbar. Seperti  yang terjadi Selasa (25/6) sekitar pukul 13.00 WIB, nama Kapolres Pessel AKBP Toto Fajar Prasetyo SE MM, yang baru bertugas dua pekan, dicatut si penelpon gelap.

Hamrizal (55), warga Sungai Sirah, Air Haji, Kecamatan Linggo Saribaganti, Kecamatan Pessel, mengaku ditelepon oleh orang yang mengaku Kapolres Pessel. Pembicaraan berlanjut ke aksi minta uang tunai hingga jumlahnya Rp45 juta.

Kepada polisi, pengusaha sawit ini mengaku, hanya dalam tempo satu jam, mengalami kerugian sekitar Rp45 juta. Karena sudah mengalami kerugian puluhan juta, korban mendatangi Mapolres Pessel sesuai LP/155/VI/SPKT-A/20013 Res Pessel, Rabu (26/5), untuk melaporkan kejadian yang dialaminya.

Korban mengaku, sebelum dirinya ditelepon, si penelepon mengaku sebagai Kapolres Pessel. Dia mengaku tidak menaruh perasaan curiga. Karena yang menelepon orang nomor satu di jajaran kepolisian Pessel, pembicaraan lewat HP diladeni dengan hati-hati. Takut salah kata, akhirnya si penelepon gelap itu saja yang agresif. Namun baru beberapa detik menelepon, si penelepon ternyata minta uang sebanyak Rp20 juta untuk biaya pembangunan Mapolres.

”Dengan entengnya, si penelepon kemudian megirimkan nomor Rekening 081111928907 atas nama Ridwan Hendarto,” tutur korban. Dalam tempo lima menit, dia menransfer uang sebanyak Rp20 juta. Namun lagi-lagi si penelpon gelap itu menelpon. Dia menawarkan barang bukti (BB) sebanyak 44 drum minyak solar yang ada di Mapolres agar dibeli korban dengan nilai Rp25 juta.

Dikatakan korban, mendapat tawaran itu, entah apa perasaannya dan dikabulkan. Si penelpon gelap lagi-lagi mengirim nomor Rekening 173101000484.507 atas nama Dimas Ferdian. Uang sebanyak itu ditransfer lagi. ”Saya baru sadar, setelah Rabu (26/6) sore, si penelpon gelap mengaku Kapolres Pessel AKBP Toto Fajar Prasetya, sesuai janji untuk datang ke Mapolres, saya diberitahu bahwa tidak ada kapolres yang berbuat seperti itu. Beranjak dari informasi itulah, akhirnya saya membuat laporan polisi. Saya beharap polisi bisa mengungkap kasus tersebut,” harap korban.

Kapolres Pessel AKPB Toto Fajar Prasetyo didampingi Kasatreskrim AKP Yulvahmi kepada POSMETRO mengaku, adanya laporan penipuan itu masuk. Korban memang sudah melaporkan kejadian itu kepada petugas piket. Yang jelas dalam kasus ini, dia berharap kepada pengusaha, pihak swasta, pejabat  ataupun masyarakat untuk tidak cepat percaya begitu saja kepada seseorang yang belum dikenal. ”Jangan percaya kepada orang yang tidak dikenal,” tegas Toto.

Berbagai cara modus penipuan bisa saja terjadi. Baik mengatasnamakan pejabat polisi, pemda ataupun pihak lain untuk mendapatkan uang. Jadi untuk itu, kepada masyarakat diminta untuki tetap mengendepankan kewaspadaan dari orang-orang yang akan bertindak  jahat. Mengenai kasus ini, pihak Reskrim sudah melakukan penyelidikan. Keterangan saksi korban sudah dimintai. “Sejak tadi malam, petugas gabungan Reskrim dan Intelkam sudah melacak pelaku. Mudah-mudahan kasus ini terungkap,” jelas Toto. (ped)

 

Add comment

Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh posmetropadang.com


Pasal Sanggahan (Disclaimer):
posmetropadang.com tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya posmetropadang.com berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca. Data dan/atau informasi yang tersedia di posmetropadang.com hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, posmetropadang.com dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan posmetropadang.com


Security code
Refresh

< Sebelumnya   Berikutnya >