Home arrow Metro Sumbar arrow Payakumbuh/50 Kota

Dua Anggota DPD-RI Jemput Aspirasi E-mail
Ditulis Oleh Redaksi   
Wednesday, 10 April 2013

Share this!

PAYAKUMBUH, METRO-Kota Payakumbuh dikunjungi  dua anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan Sumatera Barat, Selasa (9/4). Kedatangan dua anggota DPD-RI, Emma Yohanna dan Alirman Sori, itu dalam rangka menjemput aspirasi dan meningkatkan silaturahim dengan jajaran pemko.

 
Lima Kelurahan Berebut Jadi Terbaik E-mail
Ditulis Oleh Redaksi   
Wednesday, 10 April 2013

Share this!

PAYAKUMBUH, METRO-Lima kelurahan dari lima kecamatan di Kota Payakumbuh, bertarung untuk menjadi yang terbaik dalam lomba Kelurahan Berprestasi Tingkat Kota Payakumbuh, Tahun 2013. Kelima kelurahan itu, selama tiga hari berturut, 8-10 April, dinilai Tim Penilai tingkat kota yang berjumlah 25 personil.

 
Keluarga Duta Olahraga Terima Santunan Duka E-mail
Ditulis Oleh Redaksi   
Wednesday, 10 April 2013

Share this!

PAYAKUMBUH, METRO-Keluarga dua duta olahraga Payakumbuh, menerima uang duka dari KONI Payakumbuh senilai total Rp6 juta, dalam sebuah acara di kantor KONI Payakumbuh, Senin (8/4). Kedua pejuang olahraga itu,  atlet dan pelatih dari dua cabang berbeda,  masing-masing Ari Kenopa (29) (pelatih atletik)  dan Firman (47) (atlet  catur), meninggal dunia saat bersimbah keringat menjelang pertandingan, pada Porprov Sumbar XII/2012 lalu.

 
Lembah Harau Dicoret jadi Finish TdS E-mail
Ditulis Oleh Redaksi   
Tuesday, 09 April 2013

Share this!

LIMAPULUH KOTA, METRO-Lembah Harau yang menjadi kebanggaan Limapuluh Kota dan ikon wisata Luak Limopuluah. Namun, objek wisata dicoret sebagai lokasi finish Tour de Singkarak (TdS) 2013. Sementara, Lembah Harau ini sudah dua kali  menjadi finis TdS, yakni tahun 2011 dan 2012.

 
Petani Harus Tinggalkan Metode Tradisional E-mail
Ditulis Oleh Redaksi   
Tuesday, 09 April 2013

Share this!

PAYAKUMBUH, METRO-Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi menilai, berbagai kendala serta persoalan yang banyak dihadapi petani khususnya di Kota Payakumbuh, terjadi akibat masih banyaknya para petani memakai pola tradisional. Seperti lemahnya permodalan, manejerial hingga tidak adanya kejelasan soal produksi unggulan yang akan dilempar ke pasaran.

 
<< Awal < Sebelumnya 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 401 - 410 dari 646